Bawaslu Akan Gelar Training of Trainer untuk Kualitas Pengawas

INDONESIASATU.CO.ID:

PASAMAN -- Salah satu strategi yang akan dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menguatkan kualitas Kinerja Pengawas Kecamatan (Panwascam) sebagai ujung tombak pengawasan.

"Dalam waktu dekat pihak Bawaslu Pasaman akan mengelar training of trainer (TOT) terhadap Panwascam se Pasaman," kata Ketua Bawaslu Pasaman Rini Juita didampingi Koordinator Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Sengketa, Kristian, dan Koordinator divisi pengawasan, humas dan hubal, Mesrawati saat berbincang-bincang dengan Indonesiasatu.co.id di ruang kerjanya, Senin (18/03).

Rini menyebutkan, kegiatan TOT akan dilaksanakan pada tanggal 20-21 Maret 2019 di Aula Arumas Hotel Lubuksikaping. "Dalam TOT nanti, bawaslu akan mendatangkan fasilitator narasumber dari Bawaslu provinsi Sumbar dan Bawaslu Kabupaten Pasaman nantinya," terangnya.

Kata Rini, TOT ini sengaja kita gelar terhadap Panwascam dengan tujuan, untuk menyongsong penyelenggaraan pemilu yang luber dan jurdil sesuai tagline kami dalam rangka mewujudkan pemilu yang berintegritas.

"Untuk memastikan terselenggaranya pemilu secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, dan berkualitas, serta dilaksanakannya peraturan perundang-undangan mengenai pemilu secara menyeluruh, mewujudkan pemilu yang demokratis, dan menegakkan integritas, kredibilitas penyelenggara, transparansi penyelenggaraan dan akuntabilitas hasil pemilu. Makanya kita gelar TOT nanti," ujarnya.

Kata Rini lagi, dalam kegiatan TOT nanti, Bawaslu Juga akan melaksanakan simulasi pelaksanaan pemilu. "Disamping simulasi, kita juga akan memberikan pertanyaan, dan hal yang harus dilakukan terhadap panwascam dan pengawas TPS jika ada pelanggaran pemilu dilapangan nantinya. Sehingga jika ada temuan, pihak Panwascam dan pengawas TPS dapat segera menyelesaikan permasalahan dilapangan tersebut," karanya.

Koordinator Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Sengketa, Kristian menambahkan, setelah Panwascam mengikuti TOT ini, seluruh Panwascam di Pasaman selanjutnya ditugaskan melaksanakan Bimtek guna memberikan pembekalan yang masif terhadap Pengawas TPS se Pasaman yang baru lulus beberapa waktu lalu terkait pengamanan pemilu nanti.

Ia mengungkapkan, Bimtek dilaksanakan guna memastikan terdongkraknya kualitas dari Pengawas TPS dalam mengawasi jalannya Pemilu 17 April 2019 yang tinggal hitungan hari tersebut.

"Saya andaikan ujung tombak kita dilapangan Panwascam dan Pengawas TPS. Agar Panwascam dan Pengawas TPS tau dengan tupoksinya makanya jauh hari kita lakukan penguatan terhadap Panwascam dan Pengawas TPS menjelang pemilu nanti,” ujarnya.

Lebih jauh disampaikannya, adapun bentuk penguatan nantinya, sambungnya, pertama adalah memastikan Panwascam dan Pengawas TPS memahami dengan benar apa yang diawasi. Pengawas TPS mesti mampu menyasar hal-hal yang selanjutnya dapat dikategorikan sebagai temuan. Selanjutnya, dikarenakan seluruh TPS sudah terawasi maka diharapkan data diseluruh TPS dapat diketahui pada hari-H pemilihan.

“Sehingga di hari-H, orang tidak hanya fokus calon A B C dapat berapa, tetapi bagaimana orang bisa menilai bagaimana proses pemilunya. Berapa banyak pelanggarannya, dan karena semua TPS terawasi, maka kita harapkan laporan dari 100 persen TPS juga masuk,” paparnya.  

Dengan adanya TOT dan Bimtek terhadap Panwascam dan pengawas TPS se Pasaman, kita harapkan mereka paham aturan, dan paham regulasi aturan. "Karena pada pemilu nanti, pengawas TPS lah akan yang ditanya atau dicari nanti dalam pelaksanaan pemilu nanti. Makanya, Panwascam dan Pengawas TPS ini harus dimatangkan," tandasnya.

Sementara itu, Koordinator divisi pengawasan, humas dan hubal, Mesrawati juga menambahkan, peran media juga diharapkan dapat mencerdaskan masyarakat menjelang pemilu tanpa hoax.

Katanya, peran tokoh agama, harus ikut meyakinkan masyarakat untuk ikut berpartipasi dalam pemilu mendatang. "Seperti ustadz contohnya, mereka itu memiliki massa yang banyak, untuk itu ia harus bisa mengajak masyarakat untuk ikut berbartisipasi dan datang ke TPS dalam pemilu nanti," ujarnya.

Lebih jauh Kristian juga meminta agar para ulama di daerah ini senantiasa menyampaikan kepada jemaah di setiap pengajian untuk menolak politik uang. 

"Pada setiap pertemuan dan pengajian harapan Bawaslu ini bisa disampaikan oleh para ulama dan tokoh masyarakat. Mari kita bersama-sama mengawal Pemilu ini dengan baik, jangan sampai ada pula yang golput. Diharapkan ulama memberikan pemahaman kepada jemaahnya masing-masing" ajak Kristian.

Editor: Anto

  • Whatsapp

Index Berita